KUMPULAN BERITA AKURAT & TERPERCAYA YANG AKAN UPDATE SETIAP HARINYA. PASANG IKLAN DI WEB KAMI ? KLIK MENU IKLAN :)

Thursday, December 1, 2016

Setelah Ahok Tersangka

Setelah Ahok Tersangka
Jakarta - Setelah calon gubernur Jakarta yang juga petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama, peta elektabilitas kandidat di Pilgub DKI berubah. Elektabilitas Ahok dengan pasangannya Djarot Saiful Hidayat yang biasanya tertinggi kini disalip duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. 

Hal itu terlihat dalam hasil survei 3 lembaga yang belum lama ini dirilis. Salah satunya adalah riset dari Lembaga Media Survei Nasional (Median) yang dirilis hari ini, Kamis (1/12/2016). 

Median melakukan survei 16 sampai 26 November 2016 dengan mewawancarai 500 responden yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Margin of error dari survei ini sebesar plus minus 4,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Hasilnya, elektabilitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebesar 29,6 persen atau tertinggi. Duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di urutan kedua dengan 26,6 persen. Adapun Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Salahudin Uno berada di urutan ketiga dengan 26,4 persen. Masih ada 17,4 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihannya. 

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, menurunnya elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 itu tak bisa lepas dari kasus dugaan penistaan agama yang saat ini menjerat Ahok. "Jadi kalau kita melihat, ini (penurunan elektabilitas) tidak bisa kita lepaskan dari kasus penistaan agama," kata Rico kepada wartawan, Kamis (1/12/2016).

Hasil tak jauh beda terlihat dalam survei lembaga Charta Politika yang dirilis pada Selasa, 29 November 2016 kemarin. Survei ini dilakukan pada 17-24 November 2016 atau setelah Ahok berstatus sebagai tersangka. Jumlah sampel sebanyak 733 dari 800 yang direncanakan. Metode acak bertingkat dengan margin of error 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Elektabilitas pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni tercatat paling tinggi dan hanya beda tipis dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. "Responden ditanya, bila Pilkada dilakukan hari ini, maka pasangan Agus-Sylvi menang dengan 29,5%, disusul Ahok-Djarot dengan 28,9% dan Anies-Sandi dengan 26,7%. Sedangkan yang tidak menjawab sebesar 14,9%," kata Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya. 

Lembaga Indikator Politik Indonesia juga mencatat adanya perubahan peta elektabilitas pasca kasus dugaan penistaan agama mencuat. Indikator melakukan survei pada tanggal 15-22 November 2016. Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan 798 responden. Margin of Error dari survei ini yakni 3,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel tersebar dari seluruh kota yang ada di Jakarta.

"Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul dengan dukungan 30,4 persen, kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 26,2 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 24,5 persen. Yang belum tahu 18,9 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi pada Kamis (24/11/2016) pekan lalu kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat.

Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menanggapi santai hasil survei dari sejumlah lembaga yang menyebut elektabilitas dirinya dengan Ahok kian merosot. Bagi Djarot, adanya hasil survei tersebut justru membuat dirinya makin bersemangat untuk blusukan.

Ia mengambil contoh dari hasil pilpres Amerika Serikat beberapa waktu lalu di mana Donald Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton. Padahal Clinton dalam beberapa hasil survei lebih unggul daripada Trump.
"Survei (elektabilitas kami) turun rapopo. Wong survei saja kok takut. 2012 ketika Pak Jokowi-Basuki dicalonkan, ada enggak survei yang mengatakan akan menang? Contoh paling mutakhir Presiden Amerika Serikat kemarin, ada enggak yang mengunggulkan Donald Trump? Makanya enggak usah takut," kata Djarot di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

No comments:

Post a Comment