KUMPULAN BERITA AKURAT & TERPERCAYA YANG AKAN UPDATE SETIAP HARINYA. PASANG IKLAN DI WEB KAMI ? KLIK MENU IKLAN :)

Wednesday, November 30, 2016

Continue reading

HT, Jakarta Miyabi dan Ryoko Nakaoka, dua wanita seksi asal Jepang ini telah menarik perhatian publik. Keduanya pun kini telah menjadi ikon seks yang banyak di cari orang di internet, termasuk di Indonesia.
Miyabi yang memiliki nama lengkap Maria Ozawa ini telah menjadi ikon seks sejak usia 16 tahun, saat dirinya mulai terjun ke dunia hiburan. Aktris berusia 30 tahun ini pun telah membintangi berbagai judul film dewasa yang membuatnya berada di puncak popularitas.

Selain tampil seksi dalam film-film dewasa yang dibintanginya, Miyabi pun kerap memamerkan tubuh moleknya di media sosial, meski kini ia lebih sering tampil dengan pakaian yang lebih tertutup.
Selain Miyabi, wanita yang juga berasal dari Jepang bernama Ryoko Nakaoka pun telah menarik perhatian dan menulai popularitas. Ryoko mulai terkenal sejak dirinya dinobatkan menjadi wanita dengan payudara terindah pada akhir Otober 2016 lalu.

Ia dinobatkan sebagai pemilik payudara terindah karena dinilai memiliki bentuk payudara yang cantik, hingga membuat orang yang melihat ingin menyentuhnya.
Saat menjalani kontes tersebut, payudara Ryoko yang berukuran cup F tersebut telah dipastikan keasliannya. Mengingat, sebeum mengikuti kontes tersebut, wanita 23 tahun ini dan peserta lainnya diharuskan menjalani uji keaslian payudara.

Berbeda dengan Miyabi yang kini tampil lebih tertutup, lewat akun media sosialnya Ryoko Nakaoka justru kerap memamerkan payudaranya dengan menggunakan pakaian terbuka. Ia pun mengatakan akan berusaha keras memberikan yang terbaik usai mendapatkan penghargaaan payudara terindah dari BIOPPAI Contest 2016.
Continue reading

Continue reading

Tuesday, November 29, 2016

Continue reading


HarianTerpercaya - 'Berita palsu' di internet menjadi topik pemberitaan dalam beberapa pekan terakhir - terutama sejak pemilihan presiden di Amerika Serikat, dan juga di Indonesia baru-baru ini terkait dugaan penistaan agama.

Berita-berita palsu ini muncul utamanya di Facebook, Google, dan Twitter - yang masing-masing platform memiliki sistem tersendiri yang memungkinkan pengguna melaporkan berita palsu. Satu platform lebih bagus dibanding yang lain, sementara beberapa bahkan tak memiliki sistem itu.

Sebelum Anda melaporkan berita palsu itu, Anda harus terlebih dahulu bertanya pada diri Anda: apakah saya yakin berita ini palsu atau hoax? Apakah berita itu sudah dilaporkan juga oleh sumber berita yang lain? Apakah bukti-buktinya meyakinkan?

Jika Anda yakin, inilah bagaimana cara melaporkan berita palsu itu di media sosial. Kita ambil contoh sebuah unggahan tentang pemilu Amerika Serikat.

Facebook

"Tim kampanye Hillary Clinton membayar 'aktor profesional' untuk melakukan protes dalam aksi unjuk rasa Trump," begitu tulisnya. Tampak meyakinkan, apalagi jika diunggah oleh kerabat atau teman Anda.



 Jika Anda tidak yakin dengan berita ini, klik tanda panah ke bawah yang ada di sebelah kanan atas (terlihat di lingkaran merah) dan pilih "report post" atau jika Anda dalam pengaturan berbahasa Indonesia, Anda bisa pilih 'laporkan kiriman'.

Setelah itu Anda akan ditanya, "Apa yang terjadi?" Di sini, Anda diminta memilih alasan mengapa Anda melaporkan unggahan itu. Jawaban terbaik, adalah yang kedua yaitu, "menurut saya ini tidak seharusnya ada di Facebook."

FacebookKemudian pilih, "Menurut saya ini tidak seharusnya ada di Facebook."

Jelaskan lebih rinci dalam jendela selanjutnya. Pilihlah opsi, "ini adalah kabar berita salah" atau dalam bahasa Inggris pilihlah, "It's a false news story."

FacebookTerakhir, pilih "Ini adalah kabar berita salah."

Satu hal lagi, kami merekomendasikan Anda melakukan semua opsi ini. Blokir, sembunyikan semua unggahan dari akun tersebut, dan berbagai opsi lainnya.

Google

Jika Anda melihat berita yang mencurigakan di Facebook dan WhatsApp, ke mana biasanya Anda melakukan pengecekan? Ya, kebanyakan orang menjawab Google!

Kepala eksekutif Google Sundar Pichai mengatakan 'berita palsu' tidak boleh didistribusikan, dan kami setuju.

Bayangkan apa yang kami rasakan ketika mencari berita tentang 'pengunjuk rasa bayaran' atau 'paid protesters' di Google... dan menemukan salah satu tautannya.

GoogleGoogle bisa saja menyajikan link berita palsu


Ini adalah situs yang sama yang berpura-pura menjadi ABC News, yang kami tampilkan di atas. 

"Pengunjuk rasa Trump bersaksi: kami dibayar US$3.500 untuk...." begitu judul yang tertera dalam hasil pencarian.

Jika Anda ingin memberi tahu Google, Anda harus pergi ke paling bawah laman dan mengklik 'feedback'.

GoogleTombol Feedback di Google

Beri keterangan yang jelas dan masukan tautan yang Anda laporkan.

Misalnya, tulis bahwa, "Hasil pencarian paling atas adalah situs berita palsu dan isinya tidak benar."

GoogleTuliskan alasan bahwa berita tersebut hoax

Jangan lupa melakukan 'screenshot' dan mereka bahkan meminta Anda menunjukan mana kalimat-kalimat yang tidak benar.

Twitter

Twitter cukup aktif mengatasi ujaran kebencian dan ancaman dalam situs mikro-blog mereka, tapi alat untuk melaporakan 'berita palsu' tampaknya terbatas. 

Anda harus mengklik simbol tiga titik di bawah kanan dan pilih 'report tweet' atau 'laporkan kicauan'.

TwitterTombol Report Tweet


Melihat opsinya, memang tak ada yang cocok. Menyebutnya sebagai spam tidak cocok. Berita palsu memang berbahaya, tetapi tampak tak tepat untuk memilih opsi ketiga. Jadi kami menyarankan Anda untuk mengklik opsi pertama (spam) atau opsi saya tidak tertarik (I am not interested).

Instagram

Klik simbol tiga titik di kanan atas tiap unggahan di Instagram dan klik 'report' atau 'laporkan' kemudian pilih 'Ini tidak pantas' atau 'inappropriate'.

Tidak ada opsi yang langsung menyatakan 'ini berita palsu'. Jadi lebih baik pilih untuk melaporkannya sebagai 'spam'.
Continue reading